
Langit
Tapi ini bukan tentang langit
Alfin Agustiar Pratama
Alumni Angkatan 2006
Komentar (0)
Silakan login terlebih dahulu untuk menulis komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Alumni Angkatan 2006
Silakan login terlebih dahulu untuk menulis komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Derajat shiddiqin merupakan tingkatan spiritual tertinggi setelah kenabian, yaitu golongan orang-orang yang benar, jujur, dan teguh dalam keimanan. Mereka mengikuti para nabi tanpa keraguan, membuktikan iman melalui pengorbanan dan komitmen yang nyata, sebagaimana diteladankan para sahabat Rasulullah SAW. Ayat-ayat Al-Qur'an menjelaskan bahwa orang-orang yang mencapai derajat ini akan dikumpulkan bersama para nabi dan menjadi teman mulia di surga. Pencapaian tingkat ini menuntut kesungguhan dalam menjaga janji kepada Allah hingga ajal tiba. Karena itu, seorang mukmin didorong untuk meniti jalan para shiddiqin dengan memperkuat ikatan hati, ketaatan, dan keikhlasan dalam beramal.
Maya Angelou pernah berkata, _“People will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel.”_
Tilawah Al-Qur'an adalah jalan pulang bagi hati yang lelah dan jauh dari Allah. Saat seseorang membaca, ayat demi ayat membasuh jiwa -kadang menegur, kadang memeluk, kadang membuka mata. Tilawah bukan sekadar ibadah, tetapi percakapan rahasia antara hamba dan Tuhannya yang perlahan melembutkan hati, menenangkan rumah, dan menghadirkan keberkahan. Semakin sering dibaca, semakin tumbuh rindu untuk kembali membukanya. Al-Qur'an menjadi cahaya penuntun, sahabat di dunia, dan syafaat di akhirat, menghidupkan hati yang ingin kembali pulang kepada Allah.
Klik untuk membaca artikel lengkap